When Decorative Style was Back in Modern Era

Just another WordPress.com weblog

Aliran Gaya Desain March 27, 2009

Art Nouveau

Art Nouveau merupakan aliran gaya desain yang berkembang sekitar tahun 1890-1914 , nama Art Nouveau diambil dari toko La Maison de l’Art Nouveau yang didirikan oleh Siegfried Bing di Paris pada tahun 1896 . Art Nouveau berkembang dengan menggabungkan aliran yang lebih dahulu berkembang yaitu Arts & Craft Movement oleh William Morris . Selain berkembang di dunia desain Art Nouveau juga berkembang di dunia arsitektur terlihat dari penggunaan tralis yang yang berbentuk sulur-sulur tanaman . Art Nouveau dimaksudkan untuk mewakili perkembangan sosial baru, teknologi baru, dan semangat ekspresi yang baru

Karakter Art Nouveau adalah pada dasarnya merupakan tambahan dari nilai-nilai yang berhubungan dengan garis-garis yang bergelombang, kesederhanaan komposisi,bentuk yang distilir dan latar belakang yang dekoratif. Pada jaman sekarang Art Nouveau mulai marak lagi di dunia periklanan dan design , sebagai contoh yang sangat global adalah TVC dari MTV yang menggunakan element tumbuh-tumbuhan dan akar tanaman.

Beberapa Contoh Karya Art Nouveau :

 

 

De Stijl

De Stijl atau dalam Bahasa Inggris the style adalah gerakan di sekitar tahun 1920an yang besar di Belanda . Gerakan De Stijl ini dimulai oleh pelukis bernama Theo van Doesburg dan Piet Mondrian. Konsep ini berkembang seiring terjadinya perang dunia pertama yang berlarut-larut. Komunitas seni De Stijl kemudian berusaha memenuhi keinginan masyarakat dunia mengenai sistem keharmonisan baru di dalam seni. Konsep ini diwujudkan dalam pemikiran utopia Mereka mewujudkan abstraksi dan keuniversalan dengan mengurangi campur tangan bentuk dan kekayaan warna semaksimal mungkin. Komposisi visual disederhanakan menjadi hanya bidang dan garis dalam arah horisontal dan vertikal, dengan menggunakan warna-warna primer di samping bantuan warna hitam putih .

Pada dasarnya aliran De Stijl hanya bergerak dalam dunia lukis. Sebab bagaimanapun konsep de Stijl adalah abstraksi secara ideal komposisi warna dalam bentuk dua dimensi, walaupun kemudian juga menghasilkan kesan ruang. Pemanfaatannya sangat banyak di dalam interior dan arsitekrur. namun seperti yang ditulis oleh Piet Mondrian bahwa de Stijl tetaplah sebuah konsep ideal dalam dua dimensi. Meskipun Theo van Doesburg berusaha keras memperjuangkan pengaplikasiannya dalam dunia arsitektur, de Stijl tetaplah hanya menjadi bahan pertimbangan dalam pengolahan bidang-bidang warna, bukan arsitekturnya sendiri. Gaya ini kurang berkembang di luar dunia ada kemungkinan karena Belanda menolak untuk ikut dalam Perang Dunia I sehingga dikucilkan

Contoh karya De Stijl:

 

Futurisme

Futurisme merupakan aliran yang muncul di Itali tahun 1909 , Prinsip Futurisme dibesarkan oleh pesastra Itali bernama Filippo Tommaso Marinetti yang mendobrak faham kubisme karena dipandang statis dalam hal komposisi, garis, warna, serta ritmenya). Penganut aliran ini menganggap bahwa kesenian masa lalu telah mati. Futurisme adalah seni untuk masa datang, yang menguasai masa depan. Futurisme mengabdikan diri pada gerak dan memiliki semboyan “Keindahan dalam artinya yang baru adalah bila mobil meluncur bagaikan peluru”.

Walaupun gaya Futurisme hanya populer sampai sekitar tahun 1914, prinsip Futurisme ini yang akhirnya mempengaruhi lahirnya gaya Constructivism di Russia , beberapa artis yang besar dari gaya ini adalah Giacomo Balla , Umberto Boccioni , dan Gino Severini .

Contoh Karya:

 

Art Deco

Art Deco adalah style desain inovatif yang populer pada tahun 1920 – 1930an , umumnya aliran ini diaplikasikan pada desain furniture , desain interior , seni perhiasan , tekstil , dan keramik . aliran Art deco ini berbentuk manis, halus, rapih dan menonjol / mengkilap , kesan yang sangat menonjol dari Art Deco , Adalah Art Deco sangat menampilkan kesan Kemewahan dan Kepuasan yang berlebihan tanpa Fungsi yang jelas . Art Deco berkembang sebagai bentuk reaksi melawan gaya yang rumit , berliku-liku , dalam hal ini ditujukan kepada aliran Art Nouveau . Art Deco juga menjadi Icon dari kebangkitan Era Mesin . Dua orang yang mengangkat Art Deco ini adalah Paul Poiret & René Lalique .

 

 

Karakter dari aliran Art Deco ini adalah garis yang rapih ,stabil , tajam ,manis , mengkilap dan hiperbola , hal ini dibuktikan dari beberapa penggunaan material yang sangat mengkilap seperti Krom , batu perhiasan yang dipoles , dll. Art Deco ini sangat besar pengaruhnya di Amerika Serikat terlihat dari arsitektur gedungnya pada tahun 1930an salah satu ikonnya adalah gedung Chrysler , dan terlihat di beberapa mobil pabrikan amerika yang sering kita lihat di film-film berlatarkan perang dunia 2 atau ganster amerika. pada jaman modern ini sedikit banyak aliran Art Deco masih digunakan dalam interior tapi dengan bentuk yang lebih diminimali , sebagai contoh pada interior ditemukan penggunaan bahan alumunium yang dipoles sampai mengkilap atau di krom dengan bentuk yang simpel , rapih , atau mungkin dijalan kita sering menemukan mobil yang menggunakan velg yang di krom penuh dengan bentuk-bentuk yang tegas.

Contoh Karya:

 

Art And Craft

Pergerakan Art And craft berlangsung pada akhir abad ke 19 dan awal abad 20. pergerakan ini terinsipirasi dari tulisan John Ruskin ( walaupun tidak ter sering disebut, John Ruskin dapat dikategorikan sebgai “bapak” daeri pegrakan Art and craft). Pergerakan ini merupakan gerakan reformasi yang mempengaruhi gaya arsitektur, gaya seni dekoratif di Amerika dan Inggris Tokoh-tokoh yang terkenal dalam pergerakan Art and crafts ini antar lain adalah. William Morris, Charles Robert Ashbee, T. J. Cobden Sanderson, Walter Crane, Nelson Dawson, Phoebe Anna Traquair, Herbert Tudor Buckland, Charles Rennie Mackintosh, Christopher Dresser, Edwin Lutyens, Ernest Gimson, William Lethaby, Edward Schroeder Prior, Frank Lloyd Wright, Gustav Stickley, Greene & Greene, Charles Voysey, Christopher Whall.

Pergerakan Art and craft pertama kali dikarenakan dengan alasan ingin mencari gaya seni yang ”asli dan bermakna” pada masa abad ke 19 dan juga sebagai bentuk protes akan hasil produk mesin yang dianggap ”tidak bernyawa” yang dihasilkan oleh adanya revcolusi Industri. Alat-alat mesin diperkirakan sebagaiakar dari segala sesuatu yag buruk, dan pihak yang protagonis akan gerakan ini langsung menolak menggunakkan mesin dan lebih memilih pada hasil yang dikerjakan oleh tangan manusia.

Walaupun pergerakan art and Craft sebagian besar adalah merupakan pergerakan terhadap perindustrian, beberapa orang diantaranya merasa masih perlu menggunakkan mesin untuk memproduksi produk, bahkan para pemimpin peregerakan Art and Craft sendiri juga merasa bahwa suatu harga suatu produk/ barang juga harus dapat memenuhi daya beli masyarakat pada saat itu. Maka terjadilah Konflik antara yang mementingkan Kualitas produk dan pihak yang ingin berushakan menyatukan antara karya seni yang dibuat oleh Manusia dan hasil produksi mesin.

 Contoh Karya:

 

Bauhaus

Bauhaus, adalah sebuah sekolah (gaya) arsitektur & desain yang didirikan oleh Walter Gropius di Weimar pada tahun 1919. Pelopor International Style dan mengenalkan konsep “form follows function”, yaitu bentuk bangunan mengikuti fungsi yang ada pada bangunan tersebut. Bauhaus banyak terpengaruh oleh gerakan Art and Craft di inggris. Bauhaus merupakan hasil penggabungan dari 2 (dua) sekolah seni; Kunstgewerbeschule (Grand-Ducal Saxon School of Arts and Crafts) dan Hochschule fuer Bildendekunst (Grand-Ducal Saxon Academy of Fine Arts). Sistem pendidikan Bauhaus pada awalnya menyerupai sistem yang terdapat pada kuil-kuil Budha Shaolin dengan tema sentralnya di bidang desain. Para mahasiswa diberi pendidikan desain dengan metoda kerja-praktek yang diseling ritual latihan pernafasan, latihan fisik, meditasi, dan vegetarian serta memanfaatkan bengkel praktek dan kantin sebagai pusat interaksi sosial antarwarga Bauhaus, terutama antara master dan murid.

Karya seni lukis Bauhaus kebanyakan berbentuk kubisme dan ekspresionisme yang merupakan pengaruh dari pelukis modern Rusia bergaya konstruktivisme. Pesatnya perkembangan industri dan meningkatnya kebutuhan alat rumah tangga–seiring perubahan dari tatanan masyarakat agraris ke masyarakat industri akibat dari revolusi industri–desain produk seperti furnitur dan alat rumah tangga lain yang kebanyakan didominasi bahan metal, kulit dan kaca, mulai mendapat perhatian di Bauhaus . Eksperimen bentuk untuk produk-produk industri dikenalkan oleh tokoh muda Bauhaus, Josef Albert (1888-1976). Untuk produk furnitur, yang paling menonjol dan masih diproduksi sampai sekarang adalah karya desainer Marcel Bruer diantaranya Wassily Chair dan B32 Chair. Seni Bauhaus tetap menjadi literatur para desainer, baik dibidang furnitur, seni lukis, desain mode dan fashion sampai saat ini.

Contoh Karya:

 

 

Constructivism

Suatu pergerakan seni modern yang dimulai di Moscow pada tahun 1920, yang ditandai oleh penggunaan metoda industri untuk menciptakan object geometris. Constructivism Rusia berpengaruh pada pandangan moderen melalui penggunaan huruf sans-serif berwarna merah dan hitam diatur dalam blok asimetris. Gamabr dibawah adalah model dari Menara Tatlin, suatu monumen untuk Komunis Internasional.

Contoh Karya:

 

Pop Art

Istilah Pop Art pertama kali lahir dari pena seorang kritikus Inggris, Lawrence Alloway pada akhir 1950an untuk menggambarkan apa yang ia lihat sebagai perubahan atidunal kontemporer pada subjek dan teknik seni. Bukannya berisi content-content langka seperti cerita bible, mitos, atau legenda yang secara tradisional sering menjadi subjek seni murni, dalam Pop art yang menjadi inspirasi adalah budaya barat sebagai pemasaran perusahaan.

Mulai merebak di Inggris pertengahan 1950an dan di Amerika pada awal 1960an, Pop art fokus pada objek yang sering ditemukan sehari-hari dibuat dengan adopsi seni komersial. Sementara itu para seniman juga banyak mengadaptasi budaya populer seperti film layar lebar, komik, iklan, dan yang paling banyak, televisi.

Walaupun Andy Warhol bukanlah seniman pertama yang mengadaptasi iklan menjadi sebuah seni, sampai saat ini ia diakui sebagai praktisi pop art terbaik. Dengan karyanya, “200 Campbell’s Soup Cans” (1962) dan “Marylin Monroe Diptych” (1962), Warhol mencoba mengangkat reproduksi mekanis dari status seni murni.

Sama halnya dengan seniman Roy Lichtenstein yang mengadaptasi strip komik di masa mudanya sebagai inspirasi dari karyanya yang menggambarkan action drama sensasional yang dibuat dengan printer dot murah yang diperbesar. Karyanya ini sangatlah sukses.

Pop art didesain berdasarkan masyarakat dan untuk masyarakat, walaupun hanya bisa dibuat oleh orang-orang tertentu. Popularitas pop art kemudian memudar di akhir era 60an setelah munculnya seni abstrak ekspresionis, namun kini pop art sudah mulai diminati lagi dan popularitas dua aliran seni itu kini sangat hebat.

 Contoh Karya:

 

Berliner Plakat

Awal modernisme / pada awal abad 20 adalah hadirnya gaya Plakatstil. Gerakan Plakatstil pertama berkembang di Berlin, pada saat itu negara ini yang menjadi pusat perdagangan. Pada saat itu media posterlah yang menjadi ajang percobaan yang menunjukkan kerjasama yang baik dan menguntungkan bagi desain dan industrialisasi pada saat itu. Ciri gaya ini adalah memanfaatkan satu objek utama tanpa elemen dekoratif ataupun
background lain yang mengganggu kehadiran objek utama. Ciri khas tipografi gaya ini ialah huruf dibuat bold besar dan berbunyi singkat.

Gaya desain Plakatstil pada saat itu berbentuk sangat sederhana dan khas,
warna yang datar dan menarik perhatian, banyangan yang padat, serta bentuk produk dan face yang tebal dan sedikit. Desain dalam poster dalam gaya Plakatstil memiliki pesan yang mudah dicerna dan memberikan kenyaman yang estetis.

Plakatstil merupakan gaya yang universal tanpa memiliki kaitan langsung
dengan gerakan lain. Ciri khas dari Plakatstil adalah mampu memperkecil desain hingga sebesar ukuran perangko, yang kemudian diletakkan pada amplop serta barang-barang lain yang digunakan untuk distribusi massa.

Early Modern (Plakatstil)
Muncul pada tahun 1890-1940 ditemukan di Jerman. Gaya desain yang untuk mengatasi kesenjangan antara seni dan industri dengan desain lebih fungsional. Meninggalkan simbolisme dan beralih pada rasionalisme. Ciri-ciri visual desain:
1. bentuk geometrik sederhana dan khas.
2. meninggalkan unsur hiasan -> ciri khas Art Nouveau.
3. wama datar dan menarik perhatian.
4. seperti billboard.
5. tidak menggunakan dramatisasi.
6. objek tunggal tanpa elemen-elemen lain.
7. bayangan yang padat.
8. bentuk huruf yang tebal dan sedikit.

Berliner Plakat menggunakan tipografi yang simpel, sederhana namun kuat. Singkatnya, gaya Berliner Plakat ini berlawanan dengan gaya Art Nouveau (lebih modern).

Contoh Karya:

 

 

Daftar Pustaka

Microsoft Encarta  2007

http://en.wikipedia.org/wiki/Arts_and_Crafts_movement

http://en.wikipedia.org/wiki/Futurism_(art)

http://en.wikipedia.org/wiki/Constructivism_(art)

http://en.wikipedia.org/wiki/Art_Nouveau

http://www.artlex.com/ArtLex/d/destijl.html

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
Follow

Get every new post delivered to your Inbox.